Rabu, Agustus 06, 2008

Syukuran Hakagama Atas Mendaftarnya H2A Ke KPU

SUNGAI PENUH – Sabtu (12/7) kemarin, menjadi hari yang bersejarah bagi pasangan balon bupati dan wakil Bupati Kerinci H Hasani Hamid dan H Afrizal HS (H2A). Ribuan massa pendukung mengerumuni pasangan tersebut dalam sebuah acara syukuran atas mendaftarnya pasangan ini ke KPU Kerinci.
Acara yang sebenarnya dipelopori oleh masyarakat dua kecamatan yakni Kecamatan Gunung Raya dan Batang Merangin, yang tergabung dalam Himpunan Keluarga Gunung Raya Batang Merangin (Hakagama), ternyata tidak hanya dihadiri oleh massa dari dua kecamatan itu saja, melainkan hampir dari seluruh kecamatan di Kerinci ikut menghadiri acara syukuran yang digelar dibelakang hotel Masgo tepatnya desa Lawang Agung Sungaipenuh.
Sepertinya, diam-diam selama ini masyarakat di dua kecamatan tersebut sudah sepakat untuk mendukung pasangan H2A maju sebagai calon bupati dan wakil bupati Kerinci. Alasan yang cukup mendasar dari digelarnya syukuran kali ini lantaran mereka merasa bahwa satu-satunya putera terbaik mereka dari daerah hilir yakni Hasani Hamid mencalonkan diri sebagia calon bupati Kerinci.
Hakagama sendiri sudah ada sejak 1984 lalu bahkan di Kecamatan Sungaipenuh sendiri tidak kurang dari 300 KK anggota Himpunan Keluraga Gunung Raya dan Batang Merangin (Hakagama), belum lagi yang berdomisili di dua kecamatan tersebut. Acara yang dipelopori oleh masyarakat di dua kecamatan ini memang tergolong meraih, pertama kalinya Hasani dan Afrizal diarak dari kediamannya di desa Gedang menuju lokasi acara di Desa Lawang dan bertepatan didepan kediaman Ketua DPRD H Nasrul Madin, merangkap sesepuh Hakagama itu.
Bahzar Ibrahim, panitia pelakasana syukuran mengatakan acara ini dilaksanakan semata-mata sebagai wujud rasa syukur dari masyarakat dua kecamatan yakni Gunung Raya dan Batang Merangin atas mendaftarnya pasangan calon bupati dan wakil bupati Hasani Hamid - Afrizal HS.
“Segenap anggota Hakagama menyatakan sikap dan mendukung pencalonan Hasani Hamid-Afrizal sebagai calon bupati dan wakil bupati Kerinci, dan kami anak jantan dan anak betino dari dua kecamatan ini siap menyukseskan serta memenangkan pasangan ini,” katanya, kemarin.
Sebaliknya H Ali Imran, tokoh masyarakat dari Semurup Kecamatan Air Hangat juga mengakui sangat terharu melihat kekompakan yang terjalin seperti Gunung Raya dan Batang Merangin ini. Untuk itu dirinya selaku bagian masyarakat dari wilayah mudik atau hulu juga menyatakan dukungan kepada pasangan H Hasani Hamid dan Afrizal serta siap memenangkan pasangan ini.
Ditambahkan pula sesepuh Hakagama H Nasrul Madin, bahwa masyarakat di dua kecamatan ini merasa bersyukur dan wujud dari rasa syukur ini maka digelarlah acara seperti ini dengan menghanguskan satu ekor kerbau, satu ekor sapi dan beras seratus. Harapan dari masyarakat katanya, pekerjaan yang dilakukan yakni menyukseskan pasangan Hasani-Afrizal ini dapat di ridhoi tuhan.
Untuk diketahui, sebut Ketua DPRD Kerinci itu, masyarakat di dua kecamatan ini (Hakagama, red) selama ini bukannya diam melainkan mencari waktu yang tepat untuk beraksi dibuktikan hari ini seluruh masyarakat telah menyepakati akan mendukung sepenuhnya pasangan Hasani-Afrizal ini. “Perlu diingat Hakagama tidak diam tapi menunggu waktu yang tepat, masyarakat sudah sepakat mendukung pasangan ini,” cetusnya ketika memberikan sambutan di acara syukuran kemarin.
Sementara itu, pasangan Hasani Hamid dan Afrizal HS dalam sambutanya mengatakan, dirinya sudah mencetuskan akan menjadi Bupati Kerinci sejak 2007 lalu. Kala itu terang Hasani, dirinya masih merasa berjalan sendiri dan tidak ada yang menemani. “Hari ini saya dan Afrizal HS merasa sudah tidak berjalan sendiri lagi lantaran masyarakat dari berbagai kecamatan sudah berduyun–duyun datang kesini baik dari hilir (Hakagama), dari tengah dan juga dari mudik seperti Kayu Aro, Siulak dan Semurup. Semuanya sudah menjadi satu untuk menyuskseskan kami menjadi bupati dan Wakil Bupati Kerinci, kami juga bersyukur karena telah mendaftar di KPU,” tegasnya.
Hasani menyebutkan pula, dirinya maju bersama Afrizal di pilkada Kerinci tidak terlepas ingin bersaing menjadi pemimpin Kerinci yang terbaik. Apalagi dirinya dan Afrizal, mengetahui persis apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Kerinci saat ini. Diriny, kata Hasani, juga tahu pekerjaan apa yang belum diselesiakan dan belum terjangkau pembangunan. “Kami merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan semua pekerjaan tersebut dan kami tahu persis apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Kerinci mulai dari Telun Berasap hingga ke Tamiai, semuanya itu dilakukan demi untuk mensejahterakan masyarakat Kerinci, seperti yang tertuang dalam visi dan misi yakni menjadikan masyarakat madani,” sebut balon Bupati Kerinci Hasani.
Dihadapan ribuan massa pendukungnya kemarin, pasangan H2A juga menjelaskan bahwa acara yang dilaksanakan ini bukanlah kampanye melainkan bentuk silaturahmi yang dianjurkan dalam ajaran agama. “Perlu diketahui acara syukuran ini bukanlah kampanye melainkan silaturahmi. Maju sebagai calon bupati dan Wakil bupati untuk mencari pemimipin yang terbaik bukan mencari musuh,” urainya.
Kembali ditegaskan Hasani dan Afrizal, bahwa untuk maju dipilkada Kerinci ini, mereka tidak sendiri lagi karena sudah didukung oleh seluruh lapisan masyarakat baik dari hilir, tengah dan mudik serta mereka merasa yakin bisa memenangkan pilkada Kerinci mendatang.
Dari pantauan koran ini kemarin, terlihat ribuan massa memadati tenda yang sudah dipersiapkan oleh panitia, mereka datang dari berbagai penjuru Kerinci untuk menghadiri acara syukuran yang dilaksanakan oleh masyarakat dua kecamatan atau Hakagama.
Dikabarkan acara tersebut merupakan inisiatif dan sumbangan dari masyarakat dua kecamatan tersebut, total biaya yang dihabiskan dalam acara tersebut sebesar kurang lebih 52 juta rupiah. Sebagai penutup acara kemarin, juga dimeriahkan dengan rentak


Baca Selengkapnya >>>> >>>

Kenduri Sko Tanjung Tanah

Tindakan masyarakat yang tidak bisa mengendalikan emosi yang seharusnya bisa disesuaikan dengan kekeluargaan malah berlanjut penyelesaiannya di pengadilan. Seperti halnya masalah sengketa tanah, cekcok dalam keluarga, yang bisa diselesaikan oleh Depati dan Ninik Mamak karena tidak bisa menahan emosi sehingga penyelesaiannya dilaksanakan secara hukum. Dalam Cuplikan Sambutan Bupatikerinci H.Fauzi Siin

Penyesalan Bupati ini diungkapkan setelah Bupati Kerinci diberi gelar adat oleh kaum Tigo Luhah Tanjung Tanah Simpang Empat Kecamatan Danau Kerinci, Minggu, 11 Mei 2008 bertempat di Tanjung Tanah.

Bupati Kerinci diberi gelar Depati Talang Payung Negeri bersama wakil Bupati Kerinci Depati Sandaran Negeri dengan penyelipan keris oleh anak betino Tanjung Tanah
Penganugerahan gelar ini bukanlah sebagai eforia dan gagah-gagahan belaka, akan tetapi sebagai pengakuan anak jantan dan anak batino masyarakat desa Tanjung Tanah dalam menerima Bupati dan Wakil Bupati Kerinci sebagai bagian dari masyarakat Tanjung Tanah dan di dalamnya terselip beban tugas dan tanggung jawab sebagai pemegang gelar untuk mengabdi bagi masyarakat Desa Tanjung Tanah ini.

Dikatakan Bupati, secara nasional, penyelesaian secara adat yang berhubungan dengan hukum penyelesaiannya di tengah-tengah masyarakat diakui. Namun kata Bupati, masyarakat kita sering lupa dengan hukum adat yang harus diselesaikan oleh Depati Ninik Mamak sebelum sampai pada tingkat yang lebih tinggi sehingga tercipta kerukunan dan perdamaian di kalangan masyarakat kita.

Selain itu, dikatakan Bupati, kita tidak ingin mendengar lagi pemuka adat yang menjadi panutan malah berbuat yang bertentangan dengan hukum seperti melaksanakan penyakit masyarakat (judi, togel, minum minuman keras, adu ayam, dan prostitusi).

Disebutkan Bupati, dengan sisa-sisa jabatan yang akan berakhir tahun 2009, penghargaan gelar adat ini sangatlah berharga. Janganlah perbedaan pendapat menyebabkan terjadinya pecah belah di antara kita semua.

ADAT MERUPAKAN TATA KEHIDUPAN

Dikatakan Bupati, adat adalah tata kehidupan bermasyarakat yang merupakan suatu peraturan yang tidak tertulis, pesan yang diterimo, waris yang dijawab, khalifah yang dijunjung secara turun-temurun yang benar-benar harus ditaati oleh masyarakatnya, negeri nan bapaga adat, tepian nan bapaga baso, negeri barajo, kampung batuo, luhak berpenghulu, rumah batiang dengan tuo tangganai merupakan cerminan bahwa di dalam masyarakat adat ada orang yang dituakan, ada orang yang didahulukan, yang berjalan dulu selangkah, yang berkata dulu sepatah, menurut sko nan tigo takak, yaitu sko teganai, sko ninik mamak dan sko depati.

Masing-masing telah diatur tugas dan tanggung jawabnya. Tugas dan tanggung jawab Depati sesuai dengan kato adat memakan habis, memenggal putus, bakato dulu sepatah, berjalan dulu selangkah. Ninik mamak mempunyai tugas dan tanggung jawab kato menyusun, memasukkan petang mengeluarkan pagi, kalau hanyut bapinteh, kalau sesat ditunjuk ajar. Begitu pula para tengganai meniti simato pedang, menentang simato hari, memanjat sirih nan bakarangko, memanjat pinang nan berlumut, terjun siang, terjun malam, tibo dimato tidak picingkan, tibo diperut tidak dikempiskan, mengukur samo panjang menimbang samo berat.

Dengan demikian, kalau kita berpegang kepada adat yang murni tersebut, tiada keruh yang tak dapat dijernihkan, tiada kusut yang tak dapat diurai, semua masalah yang terjadi di dalam masyarakat akan dapat terselesaikan dengan baik.

Dikatakan Bupati, kalau didalami dan dihayati, betapa tinggi nilai-nilai yang terkandung di dalam adat, yang mengatur etika bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, baik sosial, budaya, ekonomi maupun bidang politik dan keamanan.

Lanjut Bupati, Pemerintah Reformasi saat ini mengupayakan adat terus dipelihara dan dibina serta mendapat tempat yang layak. Dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, desa ataupun kesatuan masyarakat hukum memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat berdasarkan asal-usul adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan nasional.

Untuk itu, setiap pemangku adat, alim ulama dan cendekiawan hendaknya bersifat kharismatik, berwibawa, menjadi panutan dan sebagai informal leader. Agar tugas kita masing-masing benar-benar dapat dihayati dan dipahami bersama.

Pemegang sko adat mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sangat berat, sehingga setiap gerak langkah dan ucapan merupakan cermin yang menjadi pedoman tunjuk ajar bagi anak jantan dan anak batino.

Dikatakan Bupati, kita harus mengkoreksi diri kita masing-masing apakah kita telah menjalankan amanah yang dibebankan ke pundak masing-masing ataukah hanya sebagai simbol belaka yang hanya memegang sko, tetapi tidak menjalankannya.

Bupati mengharapkan kepada masyarakat Tanjung Tanah agar dapat memberikan dukungan dan kerja sama yang baik untuk membangun desa, negeri dan masyarakat Tanjung Tanah khususnya serta masyarakat Kerinci secara keseluruhan pada umumnya. Dengan memperkuat persatuan dan kesatuan, memperkuat basis ekonomi serta memanfaatkan potensi yang ada baik potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. ( Ak/Hm)



Baca Selengkapnya >>>> >>>
 

blogger templates 3 columns | Blogger Templates